KM Lestari Maju Tenggelam

Ombak Penetapan Tersangka KM Lestari di Polda Sulsel, Pemilik Kapal 'Selamat'

Selasa, 10 Juli 2018 14:59
Ombak Penetapan Tersangka KM Lestari di Polda Sulsel, Pemilik Kapal 'Selamat'
Hukumwatch/Int/Abd Rahman

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani (kiri), pemilik KM Lestari Maju Hendra Yuwono atau HY (tengah), dan Dir Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono. Dicky tidak menyatakan HY sebagai tersangka kasus KM Lestari. Sedangkan Yudhiawan menyatakan empat tersangka. termasuk HY.

HukumWatch.com, Makassar – Penetapan status tersangka kasus KM Lestari Maju di Polda Sulsel bagai ombak naik turun mengempas. Awalnya empat tersangka, sesaat kemudian turun jadi dua.

Dua pernyataan berbeda datang dari dua perwira menengah di Polda Sulsel sendiri.

Entah hembusan angin dari mana, pemilik KM Lestari Maju, Hendra Yuwono atau HY, "selamat" dari perbedaan pernyataan tersebut.

Kombes Yudhiawan: Empat Tersangka

Senin (9/7/2018) siang, rombongan wartawan Makassar sudah berkumpul di Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar. Mereka menanti rilis tersangka.

Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono tampil lebih dulu meladeni para wartawan.

Yudhiawan menyatakan empat tersangka: pemilik kapal HY, nakhoda kapal AS, syahbandar SKM, dan bagian ticketing IS.

“Bagian tiketing kita tetapkan tersangka yang mengetahui manifest. Hari ini langsung kita tahan,” kata Yudhiawan Wibisono kepada wartawan.

Yudhiawan mengukuhkan pernyataannya dengan alasan tanggung jawab atas kecelakaan maut kapal pengangkut barang tersebut.

"Yang jelas kecelakaan laut harus ada bertanggung jawab disengaja atau tidak," katanya.

Para tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, ancaman minimal lima tahun bui.

Dir Ditreskrimsus Polda Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, di Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (9/7/2018). [Didit Hariyadi/HukumWatch]

Rencana tindak lanjut terhadap keempat tersangka juga disampaikan,"Kita lakukan pemeriksaan maraton mulai Jumat sampai Minggu.”

Kombes Dicky: Dua Tersangka

Kalau Yudhiawan menyatakan empat tersangka, pernyataan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani “karam” jadi dua tersangka.

Sang pemilik kapal, HY, tak dinyatakan Dicky, selamat untuk saat ini.

Dicky Sondani, dalam jumpa pers di Polda Sulsel, menyatakan hanya dua tersangka: perwira Posker Pelabuhan Bira yakni Kuat Maryanto (KM) dan nakhoda KM Lestari Agus Susanto.

Dicky Sondani menyebut tersangka Kuat Maryanto dikenakan Pasal 303 subs Pasal 117 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran juncto Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman minimal lima tahun penjara.

Agus Susanto disangkakan Pasal 302 subs Pasal 1122 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran juncto Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman penjara minimal lima tahun.

“Kami baru menetapkan dua orang tersangka,” kata Dicky di hadapan wartawan, kemarin sore.

Sekarang Polda Sulsel yang mengangkangi penuh kasus KM Lestari, diambil alih dari Polres Bulukumba dan Selayar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat jumpa pers kasus kecelakaan KM Lestari Maju di Mapolda Sulsel, Senin (9/7/2018). (Didit Hariyadi/HukumWatch)

Polda telah menyelediki beberapa alat bukti termasuk yang berupa dokumen.

Terungkap, dalam manifest berjumlah 139 sedangkan total yang diangkut KM Lestari 211 penumpang.

HukumWatch kembali mengonfirmasi Kombes Pol Yudhiawan Wibisono terkait pernyataan perubahan jumlah tersangka.

“Saya yakin ada tersangka berikutnya bukan hanya dua,” kata Yudhiawan, Senin sore.

Menurutnya, pemilik kapal bakal jadi tersangka lagi, setelah didalami, “Nanti kita tetapkan tersangka,” katanya.

Baca juga: Polda Sulsel Tetapkan 4 Tersangka Kasus KM Lestari

Baca juga: Pencarian Korban KM Lestari Maju Dihentikan, Aditya Dinyatakan Hilang

Tak hanya itu, lanjut Yudhiawan, penyidik juga akan mengecek ke dinas provinsi selaku yang mengeluarkan izin, apalagi kapal ini awalnya angkutan barang dialihfungsikan jadi kapal penumpang, tetapi status BKI-nya masih kapal kargo.

“Sampai sekarang kita belum panggil. Kita juga selidiki siapa yang mengeluarkan izin layak berlayar atau tidak.”

Sejauh ini, sebanyak 25 saksi yang telah diperiksa, di antaranya di Polres Selayar 21 saksi dan Bulukumba empat saksi.

Undang-Undang: Pemilik Kapal Tanggung Jawab

Kecelakaan Kapal Motor Lestari Maju di perairan Selayar pada Selasa 3 Juli 2018 menelan 36 korban jiwa.

Balita korban KM Maju Lestari dievakuasi, Selasa (3/7/2018). Balita ini ditemukan selamat setelah berjam-jam terombang-ambing di lautan bersama ibunya. Namun, ibundanya, belum ditemukan.

Karamnya kapal tersebut di Pantai Pa'badilang Selayar akibat kebocoran sisi kiri lambung kapal.

Sekretaris Eksekutif Badan Pekerja AntiCorruption Committee (ACC) Sulawesi Abdul Kadir Wokanubun, mengatakan, penyedia jasa angkutan kapal, dalam hal ini pemilik kapal, Hendra Yuwono, harus bertanggung jawab, harus menjamin keselamatan penumpang.

Kadir memaparkan dasar alasannya, “ini sebagaimana diatur Undang-Undang,” kata Kadir kepada HukumWatch.

Bunyi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Pasal 40

(1) Perusahaan angkutan di perairan bertangggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan penumpang dan/atau barang yang diangkutnya.

(2) Perusahaan angkutan di perairan bertanggung jawab terhadap muatan kapal sesuai dengan jenis dan jumlah yang dinyatakan dalam dokumen muatan dan/atau perjanjian atau kontrak pengangkutan yang telah disepakati.

Pasal 41

(1) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dapat ditimbulkan sebagai akibat pengoperasian kapal, berupa:

a. Kematian atau lukanya penumpang yang diangkut;

b. Musnah, hilang, atau rusaknya barang yang diangkut;

c. Keterlambatan angkutan penumpang dan/atau barang yang diangkut; atau

d. Kerugian pihak ketiga.

(3) Perusahaan angkutan di perairan wajib mengasuransikan tanggung jawabnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan melaksanakan asuransi perlindungan dasar penumpang umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Keselamatan yang dimaksud layak jalan atau tidak, kapal ini [KM Lestari Maju] sudah dianggap tidak layak jalan," kata Kadir kepada HukumWatch, Senin (9/7/2018).

Termasuk soal kelebihan penumpang yang melebihi manifest, juga tanggung jawab perusahaan atau pengangkut.

"Terkait keselamatan bukan cuma menjadi tanggung jawab nakhoda kapal, tapi juga menjadi tanggung jawab pihak penyedia perusahaan angkutan di perairan," kata Kadir.

Sejumlah kalangan turut prihatin atas perubahan pernyataan tersangka ini. Salah satunya, Anggota DPR RI Muktar Tompo.

“Jika pemilik kapal tidak jadi tersangka, polisi harus diperiksa,” tulis mantan anggota DPRD Sulsel itu kepada HukumWatch via WhatsApp, Senin (9/7/2018).

Muktar senada Abdul Kadir, pemilik kapal tidak ada alasan untuk lepas tanggung jawab.

“Pemilik kapal sudah menikmati hasil selama ini, dia tahu kapalnya tak layak operasi, tapi tetap saja dioperasikan. Kini masyarakat jadi korban, dia harus bertanggung jawab,” tulis Muktar menambahkan.

Kapal Tak Layak: Aduan Penumpang hingga Mantan Nakhoda KM Lestari

KM Lestari Maju adalah kapal barang atau jenis kapal roll on-roll off atau Ro-Ro, betulkah?

Rabu 4 Juli atau sehari setelah kejadian, Alagraph network HukumWatch menelusuri status KM Lestari di laman Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).

Data BKI, KM Lestari Maju punya nomor registrasi 5958.

Kapal berusia 30-an tahun ini masih diklasifikasikan sebagai kapal pengangkut barang atau kargo, bukan kapal penumpang (passenger ship).

Status KM Lestari Maju yang karam di perairan Selayar, Selasa (3/7/2018). Kapal ini bernomor registrasi 5958 dengan kategori kapal barang. Data diperoleh dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) .

Sebelumnya, KM Lestari Maju beroperasi sebagai kapal Ro-ro di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada 2016, hijrah beroperasi ke Sulawesi Selatan.

KM Lestari pun berubah layanan, layanan penumpang Bulukumba-Selayar.

Kapal ini dialihfungsikan sebagai kapal penumpang, walau data BKI-nya masih cargo.

Informasi yang dihimpun HukumWatch, KM Lestari terganjal izin kelayakan.

KM Lestari maju saat docking. Kapal ini tenggelam di perairan Selayar pada Selasa (3/7/2018).

Syahbandar Pamatata Selayar mengidentifikasi KM Lestari Maju tak lengkap dokumen, serta kelengkapan kesalamatan untuk penumpang serta syarat kelaikan lainnya.

Kendati tidak memenuhi kelaikan, KM Lestari tetap lolos beroperasi, kok bisa?

“Kapal tersebut kita telah periksa dan memang bukan untuk penumpang, namun faktor desakan kebutuhan akhirnya Bupati berikan rekomendasi. Namun saya minta agar dokumen untuk kapal penumpang dilengkapi KM Lestari Maju” kata Kepala Syabandar Selayar Hasfar (12/12/2016).

Selama beroperasi, KM Lestari kerap mengalami kerusakan mesin di tengah jalan.

Sumber dari kalangan yang pernah menumpangi KM Lestari, Jono Makkarumpa, mengatakan, kapal itu sudah berusia lapuk alias sudah tak prima untuk kaliber kapal penumpang.

"Kapal tua itu, bahaya memang, kalau beroperasi itu ambil jarak pinggir terus, tidak layak mi kalau ke tengah, takut ombak, kan kondisi kapal sudah tua," kata Jono Makkarumpa kepada Alagraph di satu kafe Jl AP Pettarani, Makassar.

Quraisy Dahlan, yang diketahui sebagai mantan nakhoda KM Lestari Maju, lebih dulu mengadu ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini melalui situs Kementerian Perhubungan RI.

Aduannya juga diunggah ke akun Facebook beberapa bulan lalu atau pada 27 Maret 2018.

Baca juga: Warga Adukan KM Lestari ke Kemenhub Tak Layak Sebelum Karam, Tak Digubris Pemerintah

Quraisy mengingatkan warga agar tak lagi menggunakan KM Lestari Maju karena usia kapal yang sudah tua.

Aduan akun facebook Quraisy Dahlan kepada Kementerian Perhubungan RI pada 22 Mei 2018.

KM Lestari dibuat pada 1989 yang awalnya spesifikasi kapal "Ro-Ro" atau kapal pengangkut barang yang kemudian beralih fungsi mengangkut penumpang.

Quraisy Dahlan di laman facebook miliknya mengingatkan warga agar tak lagi menggunakan KM Lestari Maju karena usia kapal yang sudah tua.

Quraisy juga menyebut nama pemilik KM Lestari Maju, Hendra Yuwono yang berdomisili di Pontianak, Kalimatan Barat.

Pemilik KM Lestari Maju Hendra Yuwono (kanan).

Pengakuan Quraisy diamini sumber HukumWatch yang juga mantan penumpang kapal tersebut.

“Pak Quraisy ini tahu betul seluk-beluk KM Lestari Maju karena beliau ini mantan nakhoda pertama KM Lestari jalur Bira-Pamatata,” tulis mantan kuasa hukum pejabat nomor satu Sulsel itu, Selasa (10/7/2018).

Dia berharap kasus KM Lestari Maju diusut tuntas, tanpa pilih kasih.

Jeratan Hukum Bakal Berbelok?

Berangkat dari dua pernyataan tersangka yang berbeda di Polda Sulsel, munyusul pula dua dugaan akan nasib pemilik KM Lestari Hendra Yuwono.

Pertama, jika alasan kapal bocor dan kelayakan kapal, kuat dugaan pemilik kapal juga terjerat hukum.

Dugaan kedua, bila berdasar cuaca ekstrem dan manifest, kuat dugaan hanya nakhoda, ABK, dan syahbandar yang diseret.

“Dua kemungkinan arah kasus seperti itu, sementara Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran kan jelas, pemilik kapal harus bertanggung jawab,” kata Abdul Kadir.

Terkait penyebab kecelakaan, muncul pula dugaan baru yang disampaikan Kombes Pol Dicky Sondani dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel, kemarin.

Ia merujuk informasi dari Polres Selayar dan Polda bahwa, bukan kebocoran lambung kapal penyebab kecelakaan.

Katanya, cuaca ekstrem, ombak tinggi sehingga air masuk ke kapal melalui jendela.

“Gelombang air cukup tinggi, empat sampai lima meter, air masuk lewat jendela sebelah kiri, menyebabkan KM Lestari miring ke kiri,” kata Dicky, Senin (9/7/2018) sore.

Namun, Dicky sendiri belum memastikan, apakah yang demikian penyebabnya.

Polda tetap menunggu hasil penelusuran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Karena kita juga join investigasi dengan KNKT," katanya. (*)

Editor: Ilham Mangenre
Sumber: HukumWatch

Tags: KM Lestari Maju Kepulauan Selayar Polda Sulsel
Baca Juga:
Komentar