Kronologi Penangkapan Tersangka Penambangan Emas Ilegal di Makassar

Kamis, 13 September 2018 15:59
Kronologi Penangkapan Tersangka Penambangan Emas Ilegal di Makassar
Didit Hariyadi /Hukumwatch

Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombesar Pol. Sugeng Putut Wicaksono (baju putih) didampingi Kasubdit IV Dirkrimsus Polda Sulsel Kompol Trihanto Nugroho (baju hitam) jumpa pers kasus pertambangan ilegal di Mabes Polda Sulsel, Kamis (13/9/2018).

Laporan Wartawan HukumWatch, Didit Hariyadi

HukumWatch.com, Makassar- Direktorat Tindak Pidana Tertentu Markas Besar Polri menyita puluhan emas batang ilegal asal Timika yang masuk ke Makassar.

Awalnya polisi menangkap tersangka D di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada (24/5/2018). Kemudian dikembangkan dan menangkap pemilik Toko Emas Bogor, inisial J di Jalan Somba Opu pada (25/5/2018).

“Kedua pelaku kerja sama, D membawa emas dari Timika yang dimodali sama J,” kata Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombesar Pol. Sugeng Putut Wicaksono saat merilis kasus penangkapan di Mabes Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Kamis (13/9/2018).

Setelah kedua tertangkap, Mabes Polri langsung membawanya ke Jakarta, beserta barang bukti emas 15 batang seberat 16 kilogram 24 karat dari tangan pelaku D, tiga unit handphone, dan di toko J barang bukti 18 emas batang ada besar dan kecil seberat 6 kg lebih. 

Baca juga: Polisi Sita Puluhan Batang Emas Ilegal Asal Timika

Berselang dua bulan, kemudian Mabes  Polri kerja sama dengan Polda Sulsel untuk dilakukan pengembangan. Alhasil ditangkap inisial A di Bandara Sultan Hasanuddin pada 16 Juli 2018.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Trihanto Nugroho menambahkan tersangka A ditangkap setelah koordinasi denga Mabes Polri dan masyarakat. Peredaran emas ilegal asal Timika ke Makassar tanpa dokumen jelas.

“Kasus ini kami dalami dan menangkap tersangka A,” ucap Trihanto.

Dari tangan pelaku A diamankan  10 batang emas seberat 8,6 kg, boardingpass, handphone, dan alat pencetak emas.

Soal kerugian negara, ia mengaku belum bisa memastikan lantaran belum dihitung oleh ahlinya.  “Ada ahli yang menakar potensi kerugian negara”. (Didit Hariyadi/HukumWatch) 

Penulis: Didit Hariyadi
Editor: Ramdha Mawaddha
Sumber: HukumWatch

Tags: Penambang ilegal Emas ilegal emas batang Timika
Komentar