Cerita Istri dari Nelayan Tersandera di Perairan Malaysia

Jumat, 14 September 2018 21:43
Cerita Istri dari Nelayan Tersandera di Perairan Malaysia
Infonawacita

Ilustrasi

Laporan Wartawan HukumWatch, Didit Hariyadi

HukumWatch.com, Makassar- Kapten kapal Dwi Jaya Sakti, Samsul (38), dan teknisi mesin Hamdan (38) disandera kelompok bersenjata di wilayah perairan Pulau Gaya Semporna Sabah, Malaysia, Selasa (11/9/2018).

Samsul adalah warga Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, sedangkan Hamdan warga Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polman.

Istri Samsul, Fitriani (28) mengungkapkan awalnya ia tak percaya jika suaminya disandera kelompok bersenjata.

Informasi  itu diperoleh dari anak buah kapal (ABK)  yang memposting status di media sosial facebook, Selasa subuh.

Baca juga: Dua Nelayan Sulbar yang Disandera Kelompok Bersenjata Belum Ditemukan

“Saya tak percaya karena ABK-nya baru, tapi dia tag ABK lain yang saya kenal,” ucap dia.

Fitriani masih belum yakin dan mengira yang disandera adalah kapal lain. Apalagi suaminya telah bekerja di kapal Malaysia sejak 15 tahun.

“Saya yakin setelah ditelepon teman yang di Malaysia, kalau suami saya tak ada di kapal,” ujarnya.

Sementara istri Hamdan, Julianti (31) mengaku dirinya tahu suaminya disandera juga Selasa subuh. Ketika itu, salah seorang ABK bernama Ugi menelepon, dia selamat karena bersembunyi.

“Saya tak tahu dia (Ugi) sembunyi dimana,” katanya melalui telepon, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD Makassar, Kejati Sulsel Baru Panggil Sekretaris Dewan 

Informasi yang dihimpun HukumWatch, penyanderaan itu dilakukan saat kapten dan ABK bersiap menangkap ikan.

Hamdan pergi ke Malaysia sejak akhir Februari lalu. Karena itu, keluarga berharap Kementerian Luar Negeri bisa menyelematkan dua korban yang disandera oleh kelompok bersenjata tersebut. (Didit Hariyadi/HukumWatch)

Penulis: Didit Hariyadi
Editor: Ramdha Mawaddha
Sumber: HukumWatch

Tags: Nelayan Malaysia Nelayan Sulbar Nelayan disandera
Baca Juga:
Komentar