Bunyi Klakson Tak Boleh Ganggu Konsentrasi Pengendara Lain

Minggu, 26 Agustus 2018 14:59
Bunyi Klakson Tak Boleh Ganggu Konsentrasi Pengendara Lain
int

Ilustrasi klakson kendaraan bermotor

HukumWatch.com- Kegaduhan bunyi klakson sering terjadi jelang pergantian lampu merah ke lampu hijau.

Di detik-detik terakhir peringatan menuju lampu hijau, ramai-ramai pengendara membunyikan klakson kendaraan agar kendaraan segera melaju. 

Padahal, peringatan traffic light sudah jelas, tanpa harus membunyikan klakson yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara.

Soal bunyi klakson, diatur dalam Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Baca juga: Aturan Kapal Penumpang Harus Punya Tenaga Medis

Baca juga: Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak

Aturan tersebut mengatur tentang bunyi klakson tidak boleh menganggu konsentrasi pengendara lain, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf d harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi.

Adapun bunyi klakson yang dianjurkan PP 55/2012 tertuang dalam Pasal 69.

Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).

Idealnya klakson dibunyikan hanya untuk memberi peringatan kepada pengendara lain di waktu-waktu tertentu. (Widya/HukumWatch)

Penulis: Sriwidiah Rosalina Bst
Editor: Ramdha Mawaddha
Sumber: HukumWatch

Tags: Aturan Bunyi Klakson PP 25 2012
Komentar